Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Untuk Istriku Tercinta

Istriku tidak ku lupakan

Kan terkenang selama hidupku

Biarpun saya pergi jauh

Tidak kan hilang dari kalbu

Istriku yang ku cintai

Engkau ku hargai

Walaupun banyak wanita di luar sana

Yang cantik jelita dikata orang

Tetapi istri dan rumahku

Di sanalah ku rasa senang

Istriku tak ku lupakan

Engkau ku banggakan

Marhaban yaa Ramadhan

Bulan ramadhan sudah diambang pintu...
Bulan yg selalu ditunggu-tunggu kehadirannya...
Bulan penuh berkah...
Bulan diturunkannya al-Quran...
Bulan dibelenggunya syaithan...
Bulan ditutupnya pintu-pintu neraka...
Bulan dibukanya pintu-pintu surga...
Bulan yg malam lailatul qadarnya lebih baik dari seribu bulan...
Tapi, apa yg sdh kita lakukan untuk menyambut tamu agung itu..??
Sudahkah kita membaca kitab shahih fiqih ramadhan..??
Sudahkah kita berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan tamu agung itu..??
Sudah saatnya kita belajar tentang fiqih ramadhan..!!
Sudah saatnya ramadhan ini lebih baik dari sebelumnya..!!
Sudah saatnya ramadhan ini lebih bermakna,lebih banyak ibadah, dan kebaikan..!!
Akhirnya..,
Ya Allah,pertemukanlah hamba dengan bulan ramadhan...
Ya Allah, tolonglah hamba agar bergairah beribadah di bulan itu...
Ya Allah, jadikanlah ramadhan ini lebih baik dari sebelumnya...
Sudah saatnya hamba bertaubat dari segala dosa dan maksiat..!!
Sudah saatnya bersemangat beribadah..!!
Ya Allah tetapkanlah hatiku di atas agamaMu...
Marhaban yaa Ramadhan...


Ibnu Musthofa

Maafkan Aku, Istriku ...

Bukan saatnya menuntut istri untuk menjadi istri yang shalihah ...
Bukan saatnya menuntut istri untuk menjadi istri yang bak bidadari, sedang diri sendiri bukanlah malaikat ...
Bukan saatnya mencari-cari satu keburukan istri, sedang sejuta kebaikannya engkau lupakan ...

Saatnya menuntut diri sendiri untuk menjadi suami yang shalih dan berakhlak mulia ...
Saatnya sibuk melihat dan memperbaiki sejuta kekurangan diri sendiri sebelum engkau sibuk melihat satu kekurangan istrimu ...
Saatnya menuntut diri sendiri untuk membahagiakan istri dan bersama mengajaknya kepada ketaatan kepada ilahi ...

Maafkan aku, wahai istriku, aku belum mampu menjadi suami yang baik, yang patut dijadikan panutan dalam keshalihan dan kemuliaan akhlak ...
Ya Allah, ampuni kami, kami belum mampu menjadi suami yang shalih lagi berakhlak mulia, yang menjadi panutan yang baik bagi istri dan keluarga ...
Ya Allah, berikan kekuatan dan kemudahan kepada kami, para suami, untuk menjadi suami yang shalih dan berakhlak mulia, yang pantas mengemban amanah sebagai seorang suami dan ayah, yang patut dijadikan panutan untuk istri dan keluarga kami ...
Ya Allah, aku ingin kembali berkumpul dengan istriku dan keluargaku di surga nanti, kabulkanlah doaku ya Rabb...

Ibnu Musthofa

♥♥♥ MISTERI CINTA ♥♥♥

Duhai cinta......

♥ kisah A'sya

Seorang penyair bernama A'sya Pernah melihat seorang wanita yg dia kagumi kecantikannya di sebuah istana...A'sya pun mencintainya.
Tetapi sayang gadis itu ternyata telah menambatkan panah asmaranya pada seorang laki-laki lain. Apakah berakhir sampai di situ??
Ternyata tidak, sebab laki-itu juga telah melabuhkan bahtera cintanya pada pemudi lain.
Akhirnya A'sya menuliskan isi hatinya dalam sebentuk syair,ia berkata:"

عُلّقْتُهَا عَرَضـاً ، وَعُلّقَـتْ رَجُـلا غَيرِي = وَعُلّقَ  أُخرَى غَيرَهَا الرَّجـل

Aku mencintainya (seorang wanita) Tetapi dia mencintai lelaki lain Dan ternyata laki-laki itu mencintai wanita yang lain pula.

♥ Bertepuk sebelah tangan

Kata orang "alangkah sakitnya cinta yang bertepuk sebelah tangan".
Betapa tidak....bagaimana rasanya hati jika ternyata : gayung kasih yang telah diulurkan tak bersambut.... ketika asa yg telah diukir dan dipatrikan dalam hati untuk mempersunting sang bunga ternyata ditolak.....
Sakit...sakit... Kecewa...kecewa... Bahkan terkadang orang yg dimabuk cinta rela menempuh segala macam cara untuk mencapai tujuannya.
Tak perduli harus mandi kembang tujuh rupa..... Mereguk air dari tujuh perigi.... Memakai jampi dan mantera... Semua nekat dikerjakan jika dapat menemui pujaannya.
tidak peduli walaupun istri orang....istri teman....dia tetap nekat dan jalan.

♥ Ketika harap itu datang, siapkan diri untuk kecewa.

Setiap insan berhak punya harapan, cita cita dan mimpi-mimpi yang ingin ia raih.
Tetapi ibarat kata penyair:
ليس كل ما يتمناه المرء يدركه تجري الرياح بما لا تهوي السفن

"Tidak setiap apa yg diinginkan seserang akan dia capai.... Terkadang angin berhembus ke arah yg tidak diinginkan nahkoda...
Setiap orang telah memiliki garis takdir yang tidak akan dapat dia robah..jika Allah tidak berkendak dengan segudang hikmah dibalik kegagalan tersebut....yakinlah itu yang terbaik untuk anda, wakaupun terkadang terasa begitu pahitnya berusa sabar menerima takdir.

♥ pria idola yang sempurna

Datang seorang wanita kepada Nabi -shalallahu alaihi wa sallam- menyerahkan dirinya untuk dinikahi Nabi. Beliau memperhatikan wanita itu dari atas hingga ke bawah...namun Rasulullah tidak berkata apapun hingga wanita tersebut duduk menunggu.
Melihat Rasulullah tidak berkata apapun tentang tawaran wanita tersebut, maka berdirilah seseorang lelaki dari sahabat dan berkata: "wahai baginda Rasul....jikalah anda tidak tertarik kpd wanita ini maka nikahkanlah saya padanya....singkat cerita Nabipun menikahkan mereka dengan mahar mengajarkan sang istri Alquran.
Ternyata wanita yang tidak menarik hati Nabi untuk menikahinya, begitu anggun dan jelitanya di mata sahabat beliau. Itulah misteri cinta........

♥ misteri cinta mughits

Ada seorang budak bernama Muhgits yang sangat mencintai istrinya Barirah yg juga berstatus budak sepertinya.
Keduanya dipertemukan dalam talian pernikahan yang sebenarnya Barirah sendiri terkesan hanyalah memenuhi perintah tuannya untuk menerima Mughits sebagai suami.
Biduk rumah tangga yang mereka jalani tidaklah sebagaimana yang terjadi antara pasangan suami istri yang saling mencinta.
Betapa besarnya cinta Muhgits kepada Barirah dan betapa besarnya kebencian Barirah pada Mughits, namun subhanallah...ternyata kebenciannya tidak mengurangi baktinya kpd suaminya hingga Barirah melahirkan anak untuknya.
Tatkala Barirah berubah status menjadi merdeka dengan bantuan Aisyah -radhiallahu Anha- yang menebusnya dari tuannya, maka secara otomatis dia punya hak untuk meninggalkan suaminya yg masih berstatus budak.
Barirah memilih meninggalkan Mughits dan menyudahi petualangan rumah tangga keduanya yang kandas terempas badai kebencian Barirah kepada suaminya.
Ibarat memikul beban yang menggunung selama bertahun-tahun, kini Barirah telah melepaskan beban tersebut. Betapa suka citanya Barirah merasakan udara kebebasan dari belenggu Mughits.
Pergilah Barirah dari rumah suaminya menuju rumah Aisyah sebagai teman dekat yang paling memahami isi hatinya, sementara Mughits berjalan mengekorinya dari belakang membujuk rayu agar Barirah sudi mempertahankan pernikahan dengannya.
Sambil menangis Mughits mendatangi Nabi dan memohon pada Beliau untuk menasehati Barirah dan memintakan syafaat beliau agar Barirah tidak meninggalkannya.
Tetapi hati Barirah telah membeku menerima Mughits, sekalipun Mughits meminta Nabi secara langsung untuk bicara padanya.
Mendengarkan anjuran Nabi yang berkata padanya: wahai Barirah ....kembalilah engkau pada mughits!!
Dengan segenap keberanian yang dia kumpulkan Barirah menjawab perkataan Nabi: wahai Rasulullah apakah ini adalah intruksi anda yang tidak boleh saya tentang....atau ini hanyalah syafaat??
Rasullah-shallahu alaihi wasallam menjawab: saya hanyalah sekedar memohonkan baginya syafaat jika kau sudi menerimanya.
Barirah berkata: jika demikian halnya wahai Rasulullah maka ketahuilah bahwa saya tidak pernah mencintai Mughits dan tidak akan pernah kembali padanya.
Dengan gontai Mughits kembali kpd tuannya dengan segala kekecewaan bahwa cintanya ditolak Barirah.
Melihat hal itu Nabi terenyuh dan berkata: betapa takjubnya diriku melihat besarnya cinta Mughits kepada Barirah dan betapa besarnya kebencian Barirah kepada Mughits.

♥ kekasih yang tidak pernah mengecewakan anda

Kepada sahabat yang pernah ditolak cintanya.... Kepada orang-orang yang sedang dilanda kasmaran menunggu jawaban yang tidak pasti.....
Jika cinta anda ditolak... Datangilah pintu kekasih yg tidak pernah mengecewakan anda.... Kekasih yang senantiasa mencintai anda...lebih dari anda mencintai diri anda sendiri...
Kekasih abadi yang tidak akan pernah meninggalkan anda sesaatpun... Kekasih yang senantiasa menjaga anda dikala tidur dan bangun....
Kekasih yang senantiasa memaafkan kekeliruan anda....
Dialah Allah....
Dijamin....anda tidak akan pernah kecewa.

Batam, ba'da isya pulang ta'lim  28 jumada ula 1435 h/29 april 2014
Teruntuk saudara-saudariku yang lagi galau.

Abu fairuz.

Gabung di channel: https://telegram.me/salafiunsri

DOAKU

Ilahi...
Pada-Mu ku bermohon
Terbitkanlah matahari takwa
Dan cahaya keimanan dalam jiwaku
Agar awan kelam yang menghimpun kelalaian berlalu
Naikkanlah catatan kebajikan

Anugerahkanlah padaku ketakutan pada neraka
Anugerahkanlah padaku harapan pada surga
Jadikan ruku' dan sujudku
Ikhlas dan ittiba' karena-Mu
Jadikan taubatku penghalang dari dosa dan maksiatku
Jangan biarkan langit-langit nafsu
Menumpahkan air nista dan kemunafikan
Di kegersangan batin dan jiwaku
Biarkanlah aku menikmati kerinduan cintaku pada-Mu
Kuatkanlah perjuanganku,

Ilahi...
Tidak ada harapanku selain Engkau
Dengan dosa yang mendebu
Membalut jiwa renta penuh nista
Tak dapat ku bayang surga-Mu
Namun ku harap Rahmat-Mu
Masukkanlah aku ke dalamnya
Karena aku ingin memandang-Mu

[Karya: Ali Ahmad bin Umar, dalam Buku beliau "Ketika Cinta Merindu"]

Rela Pada Ketentuan-Nya



Biarkanlah hari-hari berbuat semaunya
Berlapang dada-lah jika takdir menimpa

Jangan berkeluh-kesah atas musibah di malam hari
Tiada musibah yang kekal di muka bumi
Jadilah laki-laki tegar dalam menghadapi tragedi
Berlakulah pema’af selalu menepati janji

Jika banyak aibmu di mata manusia
Sedang engkau berharap menutupinya
Bersembunyilah engkau di balik derma
Dengan derma aibmu tertutup semua

Jangan pernah terlihat lemah di depan musuhmu
Sungguh malapetaka jika musuh menertawaimu

Jangan berharap dari orang kikir kemurahan
Di neraka tiada air bagi orang yang kehausan
Rizkimu tidak berkurang karena kerja wajar perlahan
Berlelah-lelah tidak menambah rizki seseorang

Tiada kesedihan yang kekal tidak pula kebahagiaan
Tiada kesulitan yang abadi tidak pula kemudahan

Jika engkau berhati puas dan mudah menerima
Sungguh, antara engkau dan raja dunia tiada beda

Barangsiapa kematian datang menjemputnya
Langit dan bumi tak kan mampu melindunginya

Bumi Allah begitu lapang luas membentang
Namun seakan sempit kala ajal menjelang

Biarkanlah hari-hari ingkar janji setiap saat
Kematian tak mungkin dicegah dengan obat

Imam & Makmum = Suami & Istri :D

Suami istri bak imam dan makmum dalam shalat. makmum wajib taat kepada imam, namun ketika imam keliru atau salah baca/gerakan maka makmum yang mengingatkan imam.

Dan yang perlu diperhatikan secara bijak bahwa kendali ada di tangan imam, apakah imam menerima peringatan atau tidak. ketika imam tidak mengindahkan peringatan makmum (mungkin cara mengingatkan imam tidak sesuai syariat, atau makmum menyalahkan imam padahal makmum yang salah, dst), makmum tidak boleh keluar dari ketaatan terhadap imam. ketika imam mengajak ruku' maka makmum pun ruku', walaupun pada rakaat sebelumnya imam salah baca ayat, misalnya. artinya, makmum tetap wajib taat kepada imam sampai shalat selesai, istri wajib taat kepada suami sampai maut memisahkan. istri tidak boleh mengatakan, kamu harus ke kanan ! kamu harus ke kiri ! dst, tetapi yang bijak adalah, "kalau umi boleh ngusul, abi ke arah kanan aja ya bi..:D", "kalau umi boleh ngusul, abi ke kiri aja ya mi ..:D, dst". bukan mendikte atau memerintah suami, dan kendali ada di tangan suami, mau ke kanan atau ke kiri, istri wajib mengikuti keputusan suami, baik usulannya diterima atau tidak, selama tidak ada pelanggaran syariat di dalamnya... Allahu a'lam

Ibnu Musthofa

Surat Untuk Calon Istriku

By Kak Zen

Assalamualaikum..

Untuk Bunda,,calon istriku….flower

Tangan ini mau menulis sesuatu tentang apa yang ada di lubuk hati ku. Aku mulai tertanya-tanya apakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebagian agamanya. Sering kali aku mendengar bahwa ungkapan “Kau tercipta untukku.”

*******

Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat itu karena di liputi oleh hawa nafsu. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku,baru saat ini aku mengerti bahwa pada suatu hari NANTI aku harus mengambil satu TANGGUNGJAWAB yang memang diciptakan khusus untuk diriku, yaitu DIRIMU. Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fizkal, spiritual dan juga intelektual untuk BERTEMU denganmu.

*******

Aku mau pertemuan kita yang pertama aku kelihatan ‘sempurna’ di hadapanmu meskipun pada hakekatnya masih banyak lagi kelemahan pada diriku ini. Aku mencoba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku wujudkan ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku coba membatasi hubungan pembicaraan dengan wanita lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting karena aku risau aku menceritakan rahasia diriku kepadanya karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya kerana dirimu adalah SEBAGIAN DARIKU dan hak bagimu untuk mengetahui segala lahir dan batin diriku ini.

*******

Apabila aku memakai kopiah, aku disangka ustad. Diriku memakai jubah, disangka syeikh. Lidahku mengajak manusia ke arah makruf disangka dai. Bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan keridhoan Allah. Yang aku takuti, diriku mulai didekati oleh wanita karena perawakanku dan perwatakanku. Baik yang indah berjilbab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku.
Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda, “
“Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.”

*******

Jiwa remaja ku ini mulai mencari cinta menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu. Di sana engkau setia MENUNGGU diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.

*******

Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku liat dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku akan MELAMARMU, akan ku lihat wajahmu sekilas agar tercipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.

*******

“Nikahilah wanita karena empat perkara” keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih AGAMA engkau tidak akan menyesal.”
Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pembatas diri kita. Akan ku jadikan AKAD NIKAH itu sebagai cap HALAL untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan PERNIKAHAN yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.

*******

Dari Ayah, calon suamimu… flower

Ya Allaah
Jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku
Dengan ketentuan-Mu

Dialah permata yang dicari
Selama ini baru kutemui
Tapi ku tak pasti rencana Ilahi
Apakah dia kan kumiliki
Tidak sekali dinodai nafsu
Akan kubatasi dengan syariat-Mu
Jika dirinya bukan untukku
Redha hatiku dengan ketentuan-Mu

Ya Allaah
Engkaulah tempat kubergantung harapanku
Kuharap diriku sentiasa di bawah rahmat-Mu



Sumber: http://www.facebook.com/pages/Salafi-Palembang-Sumatera-Selatan/151670616847#!/photo.php?fbid=194068357274763&set=a.187661901248742.52775.182560948425504

Untukmu Wahai Ikhwan Yang Akan Ta'aruf

Bismillah...

Izinkan aku bicara dari hati seorang wanita, yang mungkin bisa mewakili suara saudara-saudaraku, para akhwat pada umumnya.

Proses ’ta’aruf’ merupakan suatu proses awal menuju proses selanjutnya, yaitu khitbah dan akhirnya sebuah pernikahan. Memang tidak semua sukses sampe tahap itu. Sang Sutradaralah yang mengatur. Semua adalah skenario dan rekayasaNya. Manusia hanya berencana dan ikhtiar, keputusan tetap dalam genggamanNya. Tapi kita manusia juga diberi pilihan. Hidup adalah pilihan. Mau baik ato buruk, mau syurga or neraka, mau sukses ato gagal, semua adalah pilihan. Namun tetap Allah Yang Maha Menentukan.

Aku ingin titip pesan pada para ikhwan yang sdh memutuskan hendak melontarkan perkataan ’ta’aruf’ pada seorang akhwat;

Bagi para ikhwan, pikirkanlah baik-baik, matang-matang, dan masak-masak sebelum menawarkan sebuah jalinan bernama ta’aruf. Jangan mudah melontarkannya jika tak ada komitmen dan kesungguhan untuk meneruskannya. Mengertilah keadaan akhwat. Antum tahu, bahwa sifat kaum hawa itu lebih sensitif. Akhwat mudah sekali terbawa perasaan. Disadari atau tidak, diakui atau tidak, akhwat adalah makhluk yang kadang mudah sekali GeEr, suka disanjung, suka diberi pujian apalagi diberi perhatian lebih.

Jadi saat kata ta’aruf atau mungkin khitbah itu keluar dari lisan seorang lelaki baik dan sholih seperti antum, tak ada alasan bagi akhwat untuk menolak. Karena jika akhwat menolak tanpa alasan yang jelas, maka hanya fitnah yang ada. Jadi, tolong tanyakan lagi pada diri antum, apakah kata-kata itu memang keluar dari lubuk hati antum yang terdalam? Apakah antum sudah memohon petunjuk kepada yang Maha Menguasai Hati? Apa antum benar-benar siap (ilmu, iman, mental, fisik, materi, dll) untuk menjalin ikatan suci bernama pernikahan? Sekali lagi, berhati-hatilah dengan kata ta’aruf. Karena ta’aruf adalah gerbang menuju pernikahan.

Proses ’ta’aruf’ menuju pernikahan memerlukan sebuah rentang waktu tertentu. Bila diibaratkan ta’aruf adalah pintu halaman ruman antum dan pernikahan adalah pintu rumah antum, kemudian timbul pertanyaan, berapa jauhkah jarak pintu gerbang menuju pintu rumah antum? padahal selama perjalanan akan banyak cobaan menghadang. Bunga-bunga indah di halaman rumah antum bisa membuat akhwat terpesona. Kolam ikan yang indah juga membuat akhwat terlena. Ingin sekali akhwat memetiknya, ingin sekali akhwat berlama-lama di sana menikmati keindahan dan kenikmatan yang antum sajikan. Tapi tdk berhak, karena belum mendapat izin dari si empunya rumah.

Akhwat ingin segera mencapai sebuah keberkahan, tapi di tengah jalan antum menyuguhkan keindahan-keindahan yang membuat akhwat lupa akan tujuan semula. Lebih menyakitkan lagi jika antum membuka gerbang itu lebar-lebar dan akhwatpun menyambut panggilan antum dengan hati berbunga-bunga. Tapi setelah akhwat mendekat dan sampai di depan pintu rumah antum, ternyata pintu rumah antum masih tertutup. Bahkan antum tak berniat membukakannya. Saat itulah hati akhwat hancur berkeping-keping. Setelah semua harapan terangkai, tapi kini semua runtuh tanpa sebuah kepastian. Atau mungkin antum akan membukakannya, tapi kapan? Antum bilang jika saatnya tepat. Lalu antum membiarkan akhwat menunggu di teras rumah antum dengan suguhan yang membuat akhwat kembali terbuai, tanpa ada sebuah kejelasan. Jangan biarkan akhwat berlama-lama di halaman rumah antum jika memang antum tak ingin atau belum siap membukakan pintu untuknya. Akhwat akan segera pulang karena mungkin saja salah alamat. Siapa tahu rumah antum memang bukan tempat berlabuhnya hati mereka. Ada rumah lain yang siap menjadi tempat bernaung mereka dari teriknya matahari dan derasnya hujan di luar sana. Mereka tak ingin mengkhianati calon suami mereka yang sebenarnya. Di istananya ia menunggu calon bidadarinya. Menata istananya agar tampak indah. Sementara mereka berkunjung dan berlama-lama di istana orang lain.

Akhi, sebelum ijab qobul itu keluar dari lisan antum, cinta adalah cobaan. Cinta itu akan cenderung pada nafsu. Cinta itu akan cenderung untuk mengajak berbuat maksiat . Itu pasti! Langkah-langkah syetan yang akan menuntunnya. Kita tentunya tdk mau memakai label ‘ta’aruf untuk membungkus suatu kemaksiatan bukan? Hati-hatilah dengan hubungan ta’aruf yang menjelma menjadi TTM (Ta’aruf Tapi Mesra). Tolong hargai akhwat sebagai saudara antum. Akhwat bukan kelinci percobaan. Akhwat punya perasaan yang tidak berhak antum buat ’coba-coba’. Pikirkanlah kembali. Mintalah petunjukNya. Jika antum memang sudah siap dan merasa mantap, segera jemput mereka.

Dan satu lagi yang perlu antum perhatikan adalah bagaimana cara antum menjemput. Tentunya kita menginginkan kata ’berkah’ di awal, di tengah, sampai di ujung pernikahan kan? Hanya ridho dan keberkahanNya lah yang menjadi tujuan. Pilihlah cara yang tepat dan berkah. Antum sudah merasa mantap pada akhwat itu. Antum yakin seyakin-yakinnya bahwa dialah bidadari yang akan menghias istana antum. Tapi antum tidak menggunakan cara yang tepat untuk menjemputnya. Sama halnya jika antum yakin dan mantap untuk menuju Surabaya. Tapi dari Jakarta antum salah memilih kendaraan, akibatnya antum gak akan pernah sampai ke Surabaya, malah nyasar. Ato kendaraannya sudah bener tapi nggak efektif. Terlalu lama di perjalanan. Masih keliling-keliling dulu. Akhirnya banyak waktu terbuang percuma selama perjalanan. Jadi, antum juga harus memikirkan cara yang baik/ahsan, tepat dan berkah agar bahtera rumah tangga antum berjalan di atas ridho dan keberkahanNya.

Semoga pesan ini bisa menjadi bahan renungan antum, para ikhwan, calon qowwam kami (para akhwat) dalam mengarungi bahtera rumah tangga Islami yang akan melahirkan generasi penyeru dan pembela agama ALLAH. Akhirnya aku minta maaf, afwan jiddan bila dalam pesan ini ada hal-hal yg kurang akhsan..

by: Ummu 'Aisy Bintu Ilham


Sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=160042251883

Akhwat, Sebelum Engkau Pajang Fotomu di Facebook, Ada Baiknya Engkau Baca dan Renungkan ini...















(Maaf)..sesuatu yangg diulang-ulang-->
[inilah SYUBHAT nya SYAHWAT ] -->
wahai saudari ku MUSLIMAH..!!
untuk SIAPA sebenarnya ENGKAU BERHIAS,
untuk SIAPA sebenarnya ENGKAU PAMERKAN AURAT mu???
jika kalian Jawab: "AKU memamerkannya agar ORANG-ORANG MENGETAHUI bahwa AKU CANTIK, AKU MANIZ, AKU MENARIK, AKU SEKSI, dan KELEBiHAN pada diriku!...!"
MAKA KAMI KEMBALI BERTANYA: ..??

"APAKAH KAMU RELA, KECANTIKANMU itu dinikmati oleh ORANG-ORANG yang DEKAT dan JAUH darimu, RELAKAH dirimu MENJADI BARANG DAGANGAN yang MURAH bagi semua orang atau MENJADi BARANG PAJANGAN yg semua orang dapat melihatnya, baik yg jahat maupun yg terhormat?

BAGAIMANA engkau bisa menyelamatkan dirimu dari MATA SERIGALA yang berujud MANUSIA??
Maukah dirimu dihargai serendah itu???
ATAU MEMANG RASA MALU ITU TIDAK ADA LAGI DALAM DIRIMU???

Wahai UKHTI MUSLIMAH yang DIRAHMATI ALLAH...
JADI LAH kalian BARANG yang MAHAL, seperti "MUTIARA" bukankah mutiara itu mahal,
DIJAGA & DIRAWAT, DISIMPAN BAIK-BAIK serta DIRAWAT, tidak ditaruh DISEMBARANGAN TEMPAT, kecuali tempat yang benar-benar AMAN dan TERJAGA. Jangan menjadi BARANG MURAHAN..

INGATLAH ketika ANDA atau ORANG LAIN HENDAK BERBELANJA :

Ingatlah waktu seorang pembeli ingin membeli sebuah barang dagangan yang dipajang, bagaimana mereka membolak-balikkan barang tersebut, jika tak tertarik dia tinggalkan, mencari yang lain lagi, kemudian membolak-balikkan lagi, setelah ketemu dan mau mau dibelinya, dia akan meminta pada seorang petugas untuk mencarikan barang yang sejenis dan masih terbungkus rapi yang belum disentuh oleh tangan yg lain,

[moga dipahami maksudnya]

ya akhi.. kewajiban seorang suami menjaga dan memelihara kehormatan keluarganya dari bermaksiat kepada ALLAH. Moga ana (insyaallah nantinya) dan antum tidak menjadi "SUAMI yang DAYYUTS" yakni "SUAMI yang membiarkan KEMAKSIATAN kepada ALLAH Ta'ala di dalam bahtera RUMAH TANGGA"
--> contohnya: membiarkan istri dan anak perempuan tidak berhijab/jilbab sesuai syari'at, membiarkan anak kita berpacaran, membiarkan tontonan-tontonan yang merusak akidah, akhlaq, dll
[na'udzubillah tsuma na'udzubillahi mindzalika]...

barrokallahufikum..


Disalin dari "Status Facebook" akh Awank Abdullah Bin Idrus
(Dengan sedikit edited)

DENGARKAN LAH YA AKHI...SANG PANGERAN KU...

DENGARKAN LAH YA AKHI...SANG PANGERAN KU...

oleh Cahaya Hatiku Nur'azizah


cinta itu tumbuh karena terbiasa...

terbiasa dekat...terbiasa ada...terbiasa bersama...terbiasa berantem..hhe..^^ terbiasa saling menyapa...terbiasa diberi perhatian...terbiasa saling mengobrol...hmm...

cinta itu teramat bening...saat ini tiada apapun...namun perlahan...tanpa kita sadari...dia sudah menjalar ke seluruh bagian jiwa kita,,,menguasai kita...

awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya...terganggu oleh sms-sms isengnya....terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya....

namun...tanpa kita sadari...saat ia tiada...saat sms tak kunjung tiba...saat telepon tak berdering lama....???? akan ada perasaan kehilangan....setiap saat melihat ke HP...menunggu deringnya...setiap saat melongok ke komputer...menunggu onlinenya.....

dan itukah...??? itukah saudariku....??? yang dinamakan dengan..."MENCINTAI KARENA ALLAH...???" itukah...???? itukah....?????????

ya akhi...para ikhwan....sungguh hati wanita ini lemah....hati wanita itu mudah terjangkiti virus....

dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta...bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu...menginnginkan adanya kebersamaan...merindukan adanya kasih yang tanpa akhir...sementara....KITA BELUM HALAL....!!!!!! DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL....!!!!!!

sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu...??? sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu...??? sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai merindukanmu...??? mulai berharap padamu...???

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri . Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.

Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu! Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu! Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu! Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu! Jangan ajak hati kami berzina dengan ber-dua-an denganmu!

ya akhi....ikhwan...calon pemimpin kami di masa depan....jika engkau benar-benar serius...mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik internetmu...??? bersembunyi dibalik HPmu...??? bersembunyi dalam kata-katamu...????????

kita sudah lelah dengan semua itu...sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE...yang hanya berani di dunia maya...yang hanya berani di dunia sms...

dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok....

jika engkau memang sungguh serius...DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI...!!! JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG...!! DIHADAPAN KAMI...!!!! JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG....!!!!

kami wanita ingin pemimpin yang berani....kami wanita yang ingin menjaga diri...kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu...janji gombal....kami wanita yang ingin laki-laki yang halal.....DENGARLAH AKHI...KAMI WANITA YANG BERBEDA...!!!!!!

PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN....DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA...!!!

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….

MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA..." mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf.."maka...wanita akan menjawab..

suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami...akan kami layani kebutuhannya....akan kami tunggu kehadirannya...akan kami berikan jiwa kami...raga kami....bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami...meski hanya dalam rangka taaruf...??

suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami...penjaga kami...pelindung kami...bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan...meski hanya sebatas tukaran biodata..??

mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga...ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami....bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas kata..."baik saya setuju...taarufan..."

ya akhi....saudaraku...para ikhwan....JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF PADA KAMI...!!!!! KETAHUILAH...KAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA...!!!!!

Aku merasa tak pantas mengatakan bahwa aku adalah wanita berbeda.........Tetapi aku ingin belajar.... aku juga ingin menjadi salah satu wanita khusus tersebut...Wanita yg diperuntukkan bagi lelaki yang baik.... Lelaki ahli syurga....Meski seringkali jatuh, aku ingin mencoba untuk bangkit lagi, mencoba lagi......Meski aku berkali2 gagal, namun aku ingin meraihnya...Aku ingin meraihnya...............


Surat untuk Calon Suami













Dear calon suamiku…

Apa khabarnya imanmu hari ini?
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur kerana dapat menatap kembali fananya hidup ini?
Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Suamiku…

Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku?

Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyingkapi sebuah kehidupan untuk mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa datang berteman, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.

Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku.
Bahagian terapuh diriku, namun aku tahu jawapannya.
Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku sentiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya.
Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih kuat, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku…

Entah dimana dirimu sekarang.
Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang kuat, hingga aku pun bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesolehan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Kerana apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya sia-sia yang akan kau dapati.
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.

Wahai calon suamiku…

Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bondaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.

Aku ini seorang yang cemburu. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah haiwan yang comel, Dia beri aku ulat berbulu. Aku kecewa dan protes. Ini tidak adil.

Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulat pun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita perlukan.”
Aku yakin kaulah yang kuperlukan, meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Allah…

Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Kerana itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih sayang.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah Islam daripada pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah Subhanahu wata'ala.
Bunga akan indah pada waktunya. Iaitu ketika mekar menghiasi taman. Maka kini tengah ku persiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku…

Inilah sekilas harapan yang ku ukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini ku hadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

* diri ini sendiri belum memiliki calon lagi.post ini sekadar perkongsian dan harapan buat bakal zauj akan datang sahaja.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

dipetik dari http://srikandisyurga.blogspot.com/


Sumber: http://firqahnajiah89.blogspot.com/

TUHAN 9 CM

TUHAN 9 CM
Taufik Ismail


Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,


Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,


Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,


Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,


Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,


Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,


Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,


Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,


Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,


Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.

Rokok hukumnya haram!

25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.

Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,


Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,


Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,


Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.


http://ideguru.wordpress.com/2010/05/16/tuhan-sembilan-senti-oleh-taufik-ismail/

Waktu

Waktu

oleh Ibnu Musthofa


Waktu terus berjalan detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun..
Tanpa sadar aku sudah berumur 21 tahun menghirup udaraMu Ya Allah..
Sudah tak terhitung berapa banyak nikmatMu yang hambaMu ini kufuri, berapa banyak dosa dan maksiat yang telah hambaMu ini lakukan..
Sampai kapan hambaMu ini begini, sampai kapan hambaMu ini sadar bahwa maut kian dekat, maut tidak pandang bulu, pasti menimpa siapa saja, tak peduli tua atau muda..
Sudah saatnya hambaMu ini bertaubat..!!
Sudah saatnya meninggalkan dosa dan maksiat..!!
Sudah saatnya menyesal..!!
Sudah saatnya berazzam untuk tidak kembali melakukan dosa dan maksiat..!!
Sudah saatnya semangat beramal shalih..!!
Karena tidak ada jaminan hambaMu besok bisa menatap langit..??

Mata

Mata

oleh Ibnu Musthofa


Mata..
Kenapa kamu tidak bisa menundukkan pandanganmu pada tempatnya..??
Kenapa kamu selalu mencuri-curi pandang..??
Tidakkah kamu takut dengan PenciptaMu..??
Tidakkah kamu capek toleh kiri, toleh kanan, toleh atas, toleh bawah..??
Jaga pandanganmu wahai mata..!!
Tundukkan pandanganmu wahai mata..!! dari memandang sesuatu yang tak halal dipandang..
Jika kamu menginginkan istri yang menjaga dan menundukkan pandangannya pada laki-laki lain,,sudahkah kamu memulai menundukkan pandanganmu terlebih dahulu..??
Ingatlah wahai mata..!!
Bersabar menahan pandangan lebih mudah daripada bersabar setelah memandang sesuatu yang haram..!!

Ya ALLAH...Agamaku

Ya ALLAH...Agamaku

Kala itu...
Hujum syari’at tak lagi berlaku
Anak adam menyembah api, bintang, salib, sapi, thaghut, nafsu, dan batu
Di Jazirah Arab lahirlah al-amin
Menerima wahyu
Membawa ajaran baru, Menyempurnakan, dan menutup ajaran para Nabi terdahulu

Keimanan tumbuh satu-persatu
Meski kaum Quraisy tak setuju
Malah memburu sampai ke gua batu
Namun kebenaran tetap maju
Bertauhid kepada yang Maha Satu
tanpa sekutu

Ya Allah...agamaku...
Hadir dalam keterasingan
Ajaran nenek moyang masih disyi’arkan
Tukang sihir dan penyembah patung berkeliaran
Selalu menentang dengan lamtang
Mengatur siasat ciptakan jebakan
Mulai dari rayuan, cemoohan, ancaman, dan siksaan
Engkau pun tak rela kekasih-Mu wafat di tangan lawan

Ya Rasulullah...
Kasih sayangmu tiada terkira
Seluruh hartamu untuk manusia
Kepedulianmu melebihi kepedulian mereka
Semangat juangmu tiada tara
Mengorbankan jiwa raga demi agama
Agar ummat bahagia di dalam surga
Patutlah bila engkau dipuja-puja

Ya Rasulullah...
Dua puluh dua tahun berjuang, janji Allah akhirnya datang,
Sempurnalah ajaran islam
Tiada lagi wahyu diturunkan
Seluruh ummat bersuka riang
Hanya Abu Bakar sedih kepalang
Setelah sempurna, pasti kan terjadi kekurangan
Kata Abu Bakar sambil matanya berlinang

Ya Allah, agamaku...
Di akhir zaman kembali terasingkan
Banyak aturan dialihkan
Kebodohan jadi panutan
Ikuti nafsu berebut hiburan
Turuti kaum kuffar menebar syubhat memburu upah murahan

Ya Allah...
Bagi-Mu segala pujian
Jadikan kami orang-orang yang terasingkan
Agar terkumpul bersama Nabi pilihan
Para sahabat, tabi’in, dan ulama panutan
Amin ya Rabbal ‘alamin

Sumber: Majalah Qiblati

YA ALLAH...NEGERIKU

YA ALLAH...NEGERIKU

Ya Rabb, bumi-Mu sungguh luas
Namun mengapa kebenaran terbatas
Hanya sebuah petak yang terhempas
Dalam lahan yang konon katanya
Muslim mayoritas

Masyarakat di bangun di atas materialisme
Dibungkus dengan atap hedonisme
Berpintu dan berjendela sekularisme
Hingga tempat maksiat, tempat pelacuran
Dibela-bela dengan alasan hewani dan murahan
“di mana kami mencari makan ?”
Ya Rabb...Wakil Rakyat jangan Engkau tanyakan
Ketika diajak kembali ke Kitab-Mu dan Sunnah Rasul-Mu
Sebagai perundangan yang paling top
Mereka beramai-ramai menolaknya
Bahkan mengejeknya
Mereka hanya mau sepakat kalau urusan laptop

Ya Rabb...golongan cendikia dan
terpelajar kami jauh dari harapan otak
Mereka telah dicuci dengan sabun liberalisme
Hati mereka digosok dengan sikat pluralisme
Kepala mereka dishampo dengan rasionalisme
Semuanya dilakukan di kamar mandi
Yang konon disebut-sebut sebagai “Universitas Islami”

Ya Rabb...Sungguh Engkau telah mengetahui
Ulama gadungan berkedok kiai
Buta mata lagi buta hati
Merusak akal juga merusak fitri
Meracuni umat dengan subhat kelas teri

Karena dia telah dihinggapi
Virus kronis bernama spilis: sekularis, pluralis, dan liberalis

Ya Rabb...Ampuni dan beri hidayah
Penegak dan pelaksana hukum negeri ini
Karena telah menimbang berat sebelah
Bukan malah membela tapi membenci
kami
Mereka kompak melakukan adegan
Teaterikal yang pas
Untuk sebuah skenario bernama:
Formalitas atas nama stabilitas

Ya Rabb...Namun, putus asa dan pupus harapan
Gigit jari dan berpangku tangan
Bukanlah usaha dalam menghadapi tantangan
Bukan pula metode Rasul akhir zaman
Melainkan usapan dan tiupan setan
Ya Rabb...untuk itu kami menagih janji
Menangkan islam di muka bumi ini
Dengan dakwah dan usaha yang syar’i
Dengan do’a dan ukhuwah sejati
Ridha-Mu wahai Rabbul Izzati

Ya Rabb...Rahmati dan tolonglah kami hamba-Mu yang lemah
Untuk menyeru kembali kepada-Mu
Dan meneladani jejak Rasul-Mu
Kuatkanlah kami untuk berdakwah
Dengan manhaj tashfiyah dan tarbiyah

Ya Rabb...Kami tahu, hanya dengan itu
Ummat kembali izzah
Tidak dengan kudeta berdarah
Atau memberontak pemerintah
Atau demo dan jaulah yang tak kenal lelah
Tapi dengan dakwah bil hikmah
Metode dakwah setiap ahlussunnah

Sumber: Majalah Qiblati

SAJADAH













Ketika air mata mengalir deras
Di puncak sesal tak terbatas
Kau bagaikan cawan
Menampung tetes demi tetes
Butiran yang jatuh membasahi

Begitu jua...
Kala bait demi bait doa terucap
Memohon ampun dan petunjuk-Nya
Kau pun laksana jembatan
Membawa ke ujung kedamaian
Sesaat...lepaskan sesak di dada

Ya Allah...
Perjalanan panjang anak-anak Adam
Sering terlewati di luar garis yang Engkau tentukan
Pesona dunia seperti katarak tebal
Menutup pandang melihat kemuliaan
Begitu pula...
Perjumpaan dengan hamba-hamba beriman
Serasa tiada jalan, tertutup awan pekat

Kini...
Di usia yang tersisa, di umur yang sudah terukur
Ingin kuciptakan ruang di hati, tempatku...
Mengharap dan meratap lewat selembar kain, pada-Mu

Biarlah...
Di hamparannya ada sujud panjang
Di sudut-sudutnya ada sentuhan menghujam
Agar tertulis tebal-tebal
Rasa sesal yang dalam

Sajadah...kawan setia
Bagi yang ingat kewajiban
Bermunajat pada Sang Pencipta
Miskin kaya apalah bedanya
Sama, bersimpuh, ketika meminta belas-Nya
Meski tak jarang sebentar lupa
Di kala datang godaan dunia
Sajadah...hari ini terlihat lusuh dan kusam
Warnamu hilang tergerus tangisan
Bulu-bulumu terbang terbawa penyesalan

Dari...
Hamba-Mu yang masih menyemai harap
Bergantinya murka menjadi rahmat


Sumber: Majalah Qiblati

HIJAB

HIJAB

Gaun hitam panjang
Berjuntai menyentuh tanah
Di balik cadar
Wajah Rembulan
Purnama teduh
Bersinar terang

Tatapan bintang kejora
Tertunduk pandangan
Terhindar fitnah
Dunia kelam

Saat engkau melangkah
Daun-daun dan bunga mekar
Tersenyum cerah

Wahai muslimah sejati
Bayangan bidadari
Nirwana
Di kala terik mentari membakar
Engkau ramah berkata
Neraka lebih panas
Lantas
Bayu semilir menghempas nan sejuk
Teduh melindungimu

Jikala mulut jahil nan usil mencibir
...Ninja jalanan!...teroris...! dan semacamnya
Engkaupun tenang berlalu tanpa dendam di dada

Sumber: Majalah Qiblati

RECENT POSTS

RECENT COMMENTS